Dua Tahun Konsisten Berinovasi, Kecamatan Cibadak Hadirkan Layanan Publik Tanpa Jarak
SUKABUMI – Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, terus menorehkan komitmen nyata dalam memangkas sekat birokrasi dan meningkatkan kualitas pelayanan bagi masyarakat. Dalam kurun waktu dua tahun terakhir, wilayah di bawah kepemimpinan Camat Cibadak, Mulyadi, ini sukses mempertahankan empat program inovasi unggulan yang adaptif terhadap dinamika tuntutan warga.
Langkah taktis ini menjadi fondasi utama dalam mewujudkan slogan Cibadak Semerbak (Semangat, Edukatif, Religius, Bersih, Adaptif, dan Kondusif) guna menyokong target besar Kabupaten Sukabumi yang Maju, Unggul, Berbudaya, dan Berkah (Mubarakah).
Inovasi pertama yang menjadi garda terdepan adalah SAMAWA (Selasa Menyapa Warga). Mengusung moto "Lebih Dekat, Lebih Bermanfaat", program ini mengedepankan prinsip sinergi lintas sektor. Melalui SAMAWA, aparatur pemerintahan mulai dari Forkopimcam, Kepala KUA, Sentra Phalamarta, Puskesmas, hingga penyuluh lapangan turun langsung ke tengah pemukiman.
Hingga saat ini, SAMAWA telah menjangkau 32 titik lokasi yang tersebar di 9 desa dan 1 kelurahan. Selain menjadi ruang diskusi dan penyampaian aspirasi, warga juga mendapatkan edukasi serta pelayanan kesehatan gratis dan terapi dari Sentra Phalamarta secara langsung.
Fokus Remaja dan Penguatan Sosial
Tidak hanya berfokus pada pelayanan administratif, Kecamatan Cibadak juga menaruh perhatian besar pada pembangunan sumber daya manusia dan jaminan sosial. Pada sektor pemuda, hadir inovasi NARATAS (Bina Remaja Berkualitas).
Berkolaborasi dengan Polsek Cibadak, Koramil Cibadak, Puskesmas, UPTD Pengendalian Penduduk, dan narasumber lainnya, program ini telah masuk ke sembilan sekolah tingkat SMP/SMA sederajat. NARATAS difokuskan sebagai langkah preventif dalam menekan angka kenakalan remaja sekaligus membekali mereka menyongsong masa depan.
Sementara itu, untuk menyiasati keterbatasan anggaran daerah dalam penanganan kemiskinan, diluncurkan program KOPI MASAL (Kolaborasi Peduli Masalah Sosial). Gerakan ini merupakan aksi gotong royong yang diinisiasi oleh Camat Mulyadi untuk mengentaskan persoalan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu).
Melalui stimulus dana infak ASN, Forkopimcam, Perumda AMTJM, Baznas Kabupaten Sukabumi, dunia usaha, kepala desa, serta relawan, KOPI MASAL tercatat telah berhasil memperbaiki 21 unit rumah warga dan dipastikan akan terus bergerak secara berkelanjutan.
Intervensi Literasi Sejak Dini
Melengkapi rantai inovasi tersebut, program PELITA (Peduli Literasi Anak) hadir sebagai gerakan stimulatif untuk menumbuhkan minat baca anak sejak usia dini. Berbeda dengan perpustakaan keliling biasa, PELITA berfokus pada edukasi mendalam bagi orang tua mengenai pentingnya literasi awal di rumah.
Gerakan ini mendapat dukungan masif dari elemen pendidikan anak usia dini, termasuk Pengawas TK/RA, Penilik PAUD, IGTKI, IGRA, Himpaudi, serta komunitas pegiat literasi lokal seperti Read Aloud.
Camat Cibadak, Mulyadi, menegaskan bahwa keberlanjutan keempat inovasi ini merupakan bukti komitmen seluruh elemen di Cibadak untuk memberikan pelayanan terbaik. "Kami ingin memastikan bahwa inovasi ini bukan sekadar program seremonial, melainkan gerakan nyata yang konsisten bergerak sesuai kebutuhan dan membawa manfaat berkelanjutan bagi seluruh warga Cibadak," ujarnya.
@barayacibadak

Tanpa Pemimpin berkompeten massarakyat akan kebingungan kemana arah jalur pemberdayaannya.
BalasHapusdan pada hari ini, bulan ini, serta sudah dua tahun berjalan, sungguh sangat bijak dalam peranan kapasitas kecamatan cibadak yg dipimpin Camat MULYADI sangat jelas komunikatif secara aksi nyata sesuai realita memberikan pemberdayaan terhadap masyarakat, salahsatunya dalam bentuk program unggulan SAMAWA.
Saya selaku masyarakat cibadak berharap program ini dipertahankan dan berkelanjutan. Terimakasih