Nyalakan Budaya Baca dari Rumah, Gerakan PELITA Cibadak Hadir di RA Roudhotun Nur Neglasari
SUKABUMI – Upaya membendung dampak ketergantungan gawai pada anak usia dini terus digencarkan di wilayah Kecamatan Cibadak. Melalui program inovasi Peduli Literasi Anak (PELITA), kampanye "Gerakan Membacakan Buku 10 Menit untuk Anak di Pangkuan Ibu" digelar di RA Roudhotun Nur, Desa Neglasari, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Selasa (15/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung pukul 08.30 hingga 11.00 WIB ini mempertemukan para pemangku kepentingan pendidikan, aparatur kewilayahan, kader ketahanan keluarga, serta orang tua murid. Hadir dalam agenda tersebut Camat Cibadak, Kepala Desa Neglasari, Babinsa Desa Neglasari, Ketua PC IGRA Cibadak, Ketua IGTKI, Perwakilan PKK Kecamatan, dan perwakilan Motivator Ketahanan Keluarga (Motekar). Rombongan disambut hangat oleh Kepala RA Roudhotun Nur beserta seluruh jajaran dewan guru selaku tuan rumah.
Untuk memberikan pembekalan yang aplikatif, forum menghadirkan narasumber dari unsur Pengawas TK dan pegiat Komunitas Read Aloud yang mengupas literasi keluarga dari dua sudut pandang yang saling melengkapi.
Dalam paparannya, Pengawas TK menggarisbawahi urgensi pengkondisian lingkungan ramah literasi di rumah serta posisi sentral orang tua sebagai teladan (role model). Menurutnya, anak tidak serta-merta mencintai buku hanya lewat instruksi verbal, melainkan lewat apa yang mereka saksikan setiap hari. Ketika orang tua membiasakan diri memegang dan membaca buku fisik di hadapan anak, atmosfer kecintaan membaca akan terbangun secara alamiah tanpa paksaan.
Sementara itu, perwakilan dari Komunitas Read Aloud membagikan kisah sukses (success story) nyata dalam menumbuhkan kecerdasan emosional dan bahasa anak melalui pembiasaan membaca nyaring sejak dini. Tak sekadar berbagi pengalaman, komunitas ini juga mempraktikkan kiat praktis membacakan buku bagi orang tua: mulai dari modulasi intonasi suara, membangun kontak mata, mengajak anak berdialog santai mengenai ilustrasi gambar, hingga menjaga sesi membaca tetap menyenangkan tanpa target menghafal huruf.
Fokus kampanye ditekankan pada intervensi perilaku keluarga (behavioral family intervention). Alih-alih sekadar menaruh buku secara pasif di rak, PELITA mendorong orang tua membangun komitmen harian mendampingi anak secara konsisten.
Camat Cibadak, Mulyadi, mengaitkan gerakan ini dengan prinsip pembentukan kebiasaan dalam buku legendaris Atomic Habits karya James Clear. Ia menegaskan bahwa lompatan besar kualitas generasi berakar dari kebiasaan mikro (micro-habits) yang dijalankan istikamah.
"Cukup perubahan kecil satu persen setiap hari lewat sepuluh menit membaca bersama. Konsistensi harian inilah yang melipatgandakan hasil hingga setara lebih dari 60 jam interaksi berkualitas dalam setahun," tutur Mulyadi.
Ia menambahkan bahwa interaksi fisik di pangkuan ibu secara biologis memicu pelepasan hormon oksitosin, meredakan hormon stres (kortisol), serta mengaktifkan neokorteks anak untuk berpikir kritis dan menyerap nilai empati.
Terkait komitmen menghindari gawai, Mulyadi memperkuat paparannya melalui temuan neurosains kognitif Dr. Jared Cooney Horvath. Penelitian Dr. Horvath menunjukkan bahwa layar digital membebani otak dengan perhatian terpecah (split attention) dan hanya menghasilkan pemrosesan informasi yang dangkal (shallow processing). Sebaliknya, buku cetak menghadirkan stabilitas fokus serta memori spasial yang menumbuhkan sirkuit membaca mendalam (deep reading) sekaligus mencegah risiko keterlambatan bicara (speech delay).
Sebagai penutup, hadirin diajak meneladani para tokoh bangsa—seperti Mohammad Hatta dengan 16 peti bukunya di tempat pembuangan, Ir. Soekarno, hingga B.J. Habibie—yang fondasi kehebatannya diletakkan dari kebiasaan membaca sejak belia.
Sinergi lintas sektor antara pendidik (Pengawas TK, Pengawas RA, Penilik PAUD, IGRA, IGTKI, K3S TK, Himpaudi), pegiat literasi (Komunitas Read Aloud), Bunda Paud Kecamatan, PKK, Motekar, dan unsur TNI melalui Babinsa, serta pemerintah desa di Neglasari ini diharapkan terus memperkuat budaya literasi keluarga demi menyongsong generasi emas di Kecamatan Cibadak. (My)

Posting Komentar untuk "Nyalakan Budaya Baca dari Rumah, Gerakan PELITA Cibadak Hadir di RA Roudhotun Nur Neglasari"
Posting Komentar